Cinta
memang selalu mendatangkan keindahan kala seorang telah mendaki pohon
ia akan merasakan betapa mempesonanya buah cinta itu. Cinta memang
begitu sakti, menjadikan sang penakut menjadi sang pemberani. Tak ada
jarak dalam cinta, yang jauh menjadi begitu dekatnya.
Pada hakekatnya cinta
adalah berangkat dari ketulusan,keiklasan dan kesucian, buah yang
dihasilkannya adalah satu buah yang berasakan ketulusan,keiklasan dan
kesucian. Doel Soembang bilang cinta itu anugerah maka berbahagialah,
kalau cinta yang dirasakan terhadap Mahluk begitu indahnya, bagaimana
cinta kepada sang pemilik cinta? Sayyidina Ali melukiskan cinta kepada
Allah SWT dalam syairnya.
Cinta kepada Allah itu laksana api
apapun yang dilewatinya akan terbakar
Cinta kepada Allah itu laksana cahaya
apapun yang dikenainya akan bersinar
Cinta kepada Allah itu langit
apapun yang dibawahnya akan ditutupnya
Cinta kepada Allah itu laksana angin
apapun yang ditiupnya akan digerakkannya.
Cinta kepada Allah itu laksana air
dengannya Allah menghidupkan segalanya
Cinta kepada Allah itu laksana bumi
dari situ Allah menumbuhkan segalanya
Kepada siapa yang mencintai Allah,
Dia berikan kekuasaan dan kekayaan.
Betapa
besar keagungan Sang pemilik cinta, semoga kita sebagai mahluknya bisa
berusaha untuk tidak menyelewengkan cinta, sehingga cinta yang begitu
suci tidak ternoda menjadi cinta yang malah menghinakan diri sendiri dan
mengundang kemarahan sang pemilik cinta. Maka berharaplah mendapatkan
cinta dari Sang pemilik cinta
Ya Allah kumohon cinta-Mu
dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu
Jika engkau mengusirku dari pintu-Mu
maka kepada siapa lagi aku bersandar
jika Engkau menolakku untuk bersanding disamping-Mu
maka kepada siapa lagi aku berlindung
Tuhanku
kemanakah hamba yg lari harus kembali
selain kepada Maulanya
adakah selain Allah yang melindunginya
dari murka-Nya
Akhirnya,Semoga bisa merasakan cinta yang berbuah ketulusan,keiklasan dan kesucian yang diridhoi Sang Pemilik Cinta.