Assalaamu’alaikum,
Ini adalah debat yang terjadi antara aku dan seorang yang dungu
tentang keyakinan kita, dan Alhamdulillah merupakan hal yang mudah untuk
meyakinkannya.
Orang Bodoh: Kamu para salafi adalah para pelaku
takfiri, bagaimana kalian bisa tega mengatakan seorang yang mengatakan
“La ilaha illa Allah” sebagai seorang Kafir? Apakah kamu tidak takut
kepada Allah? Hanya Allah yang tahu apa yang ada di dalam hati manusia.
Kamu nggak bisa memanggil setiap orang dengan sebutan Kafir kecuali kamu
tahu apa yang ada di hati mereka, dan ini adalah suatu hal yang tidak
mungkin.
Aku: Okey, coba beritahu aku, jika seseorang berkata:
“La ilaha illa Allah” sementara dia masih percaya bahwa yesus adalah
anak Allah… akankah dia kita sebut sebagai seorang Muslim?
Orang Bodoh: Tidak, pastinya bukan lah..
Aku: Jadi kita menyadari bahwa seseorang yang
mempunyai keyakinan Kufur adalah seorang Kafir, walaupun dia telah
mengatakan Shahadah.. benar begitu?
Orang Bodoh: Ya, itu adalah benar.
Aku: Jadi.. Bagaimana tentang seseorang yang mengucap
syahadah tetapi dia masih menghina Allah (swt) dan Islam.. apakah ini
dianggap sebagai seorang Muslim?
Orang Bodoh: Tentu bukan.
Aku: Jadi kita menyadari bahwa seorang yang berkata Kufur dengan jelas adalah seorang Kafir, walaupun dia mengucap Syahadah, benar?
Orang Bodoh: Ya, itu adalah benar.
Aku: Dan bagaimana tentang seseorang yang telah
mengucapkan Syahadah, tapi dia masih tak berdaya terhadap berhala, dan
menginjak-injak Qur’an dengan sengaja.. apakah dia seorang Muslim?
Orang Bodoh: Tidak dia bukanlah Muslim.
Aku: Jadi kita menyadari bahwa seseorang yang
melakukan tindakan Kekufuran adalah seorang Kafir, sekalipun dia
mengucap Syahadah, benar?
Orang Bodoh: Ya, itu adalah benar.
Aku: Oleh karena itu kita menyadari bahwa tidak
setiap orang yang mengucapkan “La ilaha illa Allah” adalah seorang
Muslim.. jika dia melakukan Kekufuran, dia adalah seorang Kafir, dan
pernyataan itu tidak akan membawa manfaat baginya.. Jadi mengapa kamu
menyalahkan kami dengan memanggil mereka yang jatuh kepada kekufuran
sebagai Kuffar?
Orang Bodoh: Lalu bagaimana kamu menjelaskan Hadith Usama bin Zaid (raa) ketika dia membunuh lelaki yang mengatakan “la ilaha illa Allah”?
Aku: Apakah lelaki itu menunjukkan Kekufuran setelah dia mengucapkan pernyataan itu?
Orang Bodoh: Nggak.
Aku: Jadi mengambilnya sebagai bukti menjadi
invalid.. dan marilah aku mengingatkanmu tentang kisah Abu Bakr (raa)
dengan kaum Murtaddeen.. mereka telah mengucapkan Shahadah, sholat,
puasa.. tetapi tidak membayar Zakat.. SEMUA Sahabat tetap memanggil
mereka sebagai kaum Murtaddeen.. karena mereka menunjukkan tindakan
Kekufuran.
Orang Bodoh: Ya.. (Kemudian hal tersebut mengarahkan pembuktian bahwa para penguasa kita tengah melakukan Kekufuran secara jelas).