Bismillahhirrahmanirrahim: بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم – Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ – ...

Jumat, 20 Mei 2011

Meluruskan Aktifitas Seorang Muslim



Hai orang yang bergerak,hai orang yang melihat,hai orang yang mendengar,hai orang yang berjalan,hai orang yang memegang ,hai orang yang menolak,hai orang yang melakukan apa saja,engkau berada di wilayah taklif dalam hidup ini.Luruskan hatimu agar berada dalam keadaaan yang membuat segala perbuatanmu menjadi baik.Jika kau tak lakukan itu,maka engkau telah membawa dirimu kedalam penyesalan.

wa-andzirhum yawma alhasrati idz qudhiya al-amru wahum fii ghaflatin wahum laa yu/minuuna

39. Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.(QS Maryam 19:39)
Langkah untuk melakukan pelurusan ini bsa dilakukan dengan memperhatikan sebaik mungkin tentara-tentara yang dijadikan oleh Allah SWT untuk hati ini.Allah SWT melekatkan sifat marah dan syahwat dalam diri manusia.Hikmahnya adalah untuk membedakan antara dua kubu:antara orang yang menggunakan dua sifat itu dalam hal-hal yang bermanfaat dan membawa keburuntungan dan orang yang melepas dua sifat itu mengikuti hawa nafsu,tidak membedakan antara akibat dari gerakan dan dia,juga diam dan gerakan.
Hai orang yang memiliki akal pikiran,Allah SWT meletakkan sifat marah dalam dirimu.Agar di wilayah taklif engkau berupaya memeranginya.Hal itu engkau lakukan dengan membuatnya tunduk patuh kepada petintah akal dan syariat.Engkau marah pada saat Allah SWT menyerukan kepadamu untuk marah,sehingga kemarahanmu itu menjadi karena mengikuti perintah Allah SWT yang telah menciptakanmu.Sebgaiamana yang terdapat dalam jejak langka Nabimu Muhammad SAW beliau marah karena Allah,beliau senang juga karena Allah.
Dengan sifat marah ini terbentuklah keberanian.Dengan sifat marah,batas-batas,kehormatan,harga diri dan kekayaan materi,terlindungi dengan baik.Dengan sifat marah,nafsu yang rakuus dapat terdidik dengan baikajakan syahwat bisa diseimbangkan,diselamatkan dari kesesatan dan kendalinya menjadi seimbang dan lurus.
Sifat marah bila berjalan lurus dan sesuai takaran,maka akan membuahkan sifat-sifat baik dalam diri manusia,membuatnya menjadi seseorang yang berbuat baik dan memiliki semangat tinggi untuk melakukan sessuatu yang penting dilakukan.
Bila sifat marah sudah tidak seimbang baik terlalu banyak atau terlalu sedikit,maka lahirlah sifat-sifat buruk yhang membuat manusia kehilangan hakikat kemanusiaannya dan keagungan kedududkannya.Marah yang keterlaluan membuat seseorang bersikap ngawur atau pendendam,seperti binatang buas yang menyerang siapapun yang tidak cocok dengan kemauan atau keinginannya.Hal itu akan menimbulkan kekacauan besar di Masyarakat.
Kalau sifat marah hilang sama sekali atau terlalu sedikit maka melahirkan sifat tak acuh yang menakibatkannnya menjadi tolol.Hal itu  membuka pintu terjadinya perlakuan zalim dan semena-mena terhadap dirinya,bahkan ia bisa kehilangan harga diri dan nilai-nilai prinsip.
Kalau demikian berarti sifat marah harus ada,tapi harus terukur dan seimbang.