Bismillahhirrahmanirrahim: بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم – Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ – ...

Selasa, 14 Juni 2011

ALIRAN PEMIRAN

SYIAH
Asal Usul
Perbedaan pendapat hingga dikalangan beberapa sahabat mengenai keutamaan Utsman ra dan Ali ra.
Makar yahudi yaman dan ibnu saba
Peperangan jamal dan shifin
Kepemimpinan muawiyah melazimkan kebiasaan mencela Ali dan ahlul bait
Terbunuhnya Husain mempersatukan sebagai kekuatan politik yang besar
SYIAH
Imam adalah bukan kepentingan umum
Imam adalah hak milik anak cucu Ali ra
Taqiyah
Tahrif Qur’an
Mushaf Sirri
KESESATAN KHUMAINI
Boleh meminta kepada pohon, batu, patung
Imam lebih afdhol dari nabi
Para rasul dianggap gagal dalam tugasnya
Memasukkan namanya dalam azan
Sedekap membatalkan sholat
Boleh mencampuri dubur istri
Para sahabat dan pengikutnya kafir
KHAWARIJ
ASAL USUL
Muncul saat terjadi perang shifin, awalnya mendukung Ali
Pengikutnya banyak yang dari kalangan badui
INTI PEMIKIRAN
Perbuatan dosa besar adalah kekufuran
Khilafah tidak sah jika tidak melalui pemilihan yang bebas
Mereka tidak setuju jika khalifah harus dari Quraish
Khalifah wajib ditaati, jika menyimpang wajib diperangi
MURJIAH
Asal usul
Muncul ditengah keruwetan Syiah dan Khawarij
Muncul di akhir pemerintahan Utsman ra
Yang pertama kali mengatakan irja adalah Abdullah Murhabi
Kiblat pemahaman irja adalah sikap sahabat terhadap perang jamal
INTI  PEMIKIRAN
Pengakuan hati adalah satu satunya rukun Iman
Dosa tidak merusak keimanan sebagaimana ketaatan tidak memberi manfaat bagi orang kafir
Iman cukup dengan pengakuan hati dan lisan adapun amal perbuatan bukanlah suatu keharusan.
Dasar keselamatan hanyalah iman semata.
Seorang yang beriman walaupun mengucapkan kekufuran dengan lisan dan perbuatan maka dia tetap memiliki iman yang sempurna
Amar ma’ruf hingga perang adalah fitnah, menentang kezaliman pemerintah tidak diperbolehkan
JAABRIYAH
Inti Pendapat
Menafikkan adanya perbuatan hamba dan menyandarkan perbuatan itu kepada Allah, karena seorang hamba tidak memiliki sifat istitha’ah.
Sebaliknya perbuatannya hanyalah keterpaksaan belaka, tidak ada kekuasaan, kehendak maupun usaha dari dirinya
Jejak pemikiran Jabariyah
Nilai nilai tradisi masyarakat
Biar lambat asal selamat
Makan ndak makan yang penting kumpul
Terminologi Syariah
Sabar
Ikhlas
Syukur