Bismillahhirrahmanirrahim: بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم – Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ – ...

Rabu, 13 Juli 2011

Jagalah Keutuhan Tauhid

deserts-13Assalamu alaikum wr.wb.

Para sahabat yang saya cintai,
Marilah kita sadari akan keberadaan diri kita ini secara totalitas …
Tentu masih banyak kekurangan yang kita rasakan terhadap keberadaan hati
Penalaran alam pikiran kita kadang sering menjadikan jarak dengan  Sang Khalik
Bahkan dalam menggunakan waktu terhadap-Nya seringkali disesuaikan dengan selera dan kebutuhan kita saja ?


Bila kita hayati semua ini, sebenarnya nafsu2-lah yang menjadikan kita begitu
Tanpa disadari oleh kita semua … walaupun semua tabir itu telah kita ketahui
Tapi kenyataannya masih saja nafsu mengarahkan jiwa kita untuk mengikutinya


Perjuangan hati yang kaffah terhadap ALLAH Swt , seharusnya tidak lagi berbelok
Apapun rintangan atau cobaan serta ujian yang kita alami …
Tidaklah benar dan jauh dari harapan kewushulan, bila mengaji hati disesuaikan atas kebutuhan Duniawi !
Untuk itulah mari kita renungkan kembali tentang diri kita ini …

Sejauh mana kita mengerti tentang apa yang diinginkan oleh ALLAH Swt ?
Sejauh itu pula kita coba menghilangkan persoalan jarak dan waktu dengan-Nya
Bila kita memahami tentu tidak terjadi perbedaan jarak dan waktu dengan  manusia

Ke-kaffah-an terhadap  Sang Khalik  adalah kemurnian hati tanpa batas …
Hanya saja seringkali kita menyalurkan perasaan Duniawi atas keberadaannya
Inilah yang kadangkali kita terjebak oleh nafsu2 yang ingin menyesatkannya
Apakah kita tidak mencoba merenungi tentang sikap ke-kaffah-an itu sendiri ?

Banyak orang yang akhirnya tersungkur karena persoalan Duniawi-nya …
Kecintaan kepada ALLAH Swt ternyata masih bisa dibelokkan oleh tuhan lain !
Perjuangan menuju Rahmat-Nya pastilah banyak kelok2nya dan ujiannya …
ALLAH pun pasti tahu siapa diri kita ini, betulkah kita mencintai-Nya ?
Sangat arif dan bijak bila kita mau mengintrospeksi tentang diri ini …

Ditengah persoalan Dunia, hati2 dengan kemauannya yang membabi buta !
Bila saja kita tak mempunyai pertahanan diri dan rasa ALLAH-nya yg berlipat
Pastilah kita akan menjadi tuli dan buta dari Rahmat-Nya !
Bila tuli dan buta, maka nafsu Dunia akan memasuki jiwa kita dengan leluasa
Sementara dzikir dan tafakkur kita hanya berkeliling di luarnya …

Seharusnya yang masuk kedalam jiwa itu adalah dzikir dan tafakkur kita !
Bila sebaliknya, pastilah nafsu akan membatasi jarak dan waktu terhadap-Nya
Termasuk dengan manusia di muka bumi ini ?
Keadaan ini sangat menyedihkan, karena kita telah men-zholimi diri sendiri !

Hikmah ini adalah sebagai peringatan untuk kita semua …
Hati2-lah dengan sikap, pikiran dan perasaan yang berkecamuk ?
Jangan sampai persoalan harga diri, kehormatan Duniawi masih berpengaruh …
Pastilah kita akan menderita dan tersungkur selamanya

Apalagi bagi kita2 yang telah mengetahui makna, hikmah tentang keilmuan hati
Pastilah kita akan diamsukan kedalam kelompok Munafik dan Fasik …
Naudzubillah wamin dzalik …
Masih kah kita berteman dengan sahabat yang menyesatkan ”Nafsu” ?
Segeralah benahi diri jangan sampai terlambat mendapatkan Kasih Sayang-Nya kembali …
Tentu bila terlambat, dapat dipastikan kita akan menderita karena terbatas jarak dan waktu dengan Sang Khalik … sekali lagi Naudzubillah wamindzalik …

Para sahabatku, nilai tertinggi ibadah kita adalah salam dan silaturahmi …
Tak ada lagi nilai puncak tauhid yang di terima oleh-Nya, kecuali silaturahmi
Bila saja kita masih mengelak dari ketentuan ini …
Sekali lagi hikmah ini adalah penjabaran dari Wal-Ashri …
Kalau benar kita paham, pastilah kita akan takut dengan keberadaan diri yang sering tertipu oleh perasaan dan pikiran yang ada ?