Para sahabat yang saya cintai,
Marilah kita sadari akan keberadaan diri kita ini secara totalitas …
Tentu masih banyak kekurangan yang kita rasakan terhadap keberadaan hati
Penalaran alam pikiran kita kadang sering menjadikan jarak dengan Sang Khalik
Bahkan dalam menggunakan waktu terhadap-Nya seringkali disesuaikan dengan selera dan kebutuhan kita saja ?
Bila kita hayati semua ini, sebenarnya nafsu2-lah yang menjadikan kita begitu
Tanpa disadari oleh kita semua … walaupun semua tabir itu telah kita ketahui
Tapi kenyataannya masih saja nafsu mengarahkan jiwa kita untuk mengikutinya
Perjuangan hati yang kaffah terhadap ALLAH Swt , seharusnya tidak lagi berbelok
Apapun rintangan atau cobaan serta ujian yang kita alami …
Tidaklah benar dan jauh dari harapan kewushulan, bila mengaji hati disesuaikan atas kebutuhan Duniawi !
Untuk itulah mari kita renungkan kembali tentang diri kita ini …
Sejauh mana kita mengerti tentang apa yang diinginkan oleh ALLAH Swt ?
Sejauh itu pula kita coba menghilangkan persoalan jarak dan waktu dengan-Nya
Bila kita memahami tentu tidak terjadi perbedaan jarak dan waktu dengan manusia
Hanya saja seringkali kita menyalurkan perasaan Duniawi atas keberadaannya
Inilah yang kadangkali kita terjebak oleh nafsu2 yang ingin menyesatkannya
Apakah kita tidak mencoba merenungi tentang sikap ke-kaffah-an itu sendiri ?
Banyak orang yang akhirnya tersungkur karena persoalan Duniawi-nya …
Kecintaan kepada ALLAH Swt ternyata masih bisa dibelokkan oleh tuhan lain !
Perjuangan menuju Rahmat-Nya pastilah banyak kelok2nya dan ujiannya …
ALLAH pun pasti tahu siapa diri kita ini, betulkah kita mencintai-Nya ?
Sangat arif dan bijak bila kita mau mengintrospeksi tentang diri ini …
Ditengah persoalan Dunia, hati2 dengan kemauannya yang membabi buta !
Bila saja kita tak mempunyai pertahanan diri dan rasa ALLAH-nya yg berlipat
Pastilah kita akan menjadi tuli dan buta dari Rahmat-Nya !
Bila tuli dan buta, maka nafsu Dunia akan memasuki jiwa kita dengan leluasa
Sementara dzikir dan tafakkur kita hanya berkeliling di luarnya …
Seharusnya yang masuk kedalam jiwa itu adalah dzikir dan tafakkur kita !
Bila sebaliknya, pastilah nafsu akan membatasi jarak dan waktu terhadap-Nya
Termasuk dengan manusia di muka bumi ini ?
Keadaan ini sangat menyedihkan, karena kita telah men-zholimi diri sendiri !
Hikmah ini adalah sebagai peringatan untuk kita semua …
Hati2-lah dengan sikap, pikiran dan perasaan yang berkecamuk ?
Jangan sampai persoalan harga diri, kehormatan Duniawi masih berpengaruh …
Pastilah kita akan menderita dan tersungkur selamanya
Apalagi bagi kita2 yang telah mengetahui makna, hikmah tentang keilmuan hati
Pastilah kita akan diamsukan kedalam kelompok Munafik dan Fasik …
Naudzubillah wamin dzalik …
Masih kah kita berteman dengan sahabat yang menyesatkan ”Nafsu” ?
Segeralah benahi diri jangan sampai terlambat mendapatkan Kasih Sayang-Nya kembali …
Tentu
bila terlambat, dapat dipastikan kita akan menderita karena terbatas
jarak dan waktu dengan Sang Khalik … sekali lagi Naudzubillah
wamindzalik …
Para sahabatku, nilai tertinggi ibadah kita adalah salam dan silaturahmi …
Tak ada lagi nilai puncak tauhid yang di terima oleh-Nya, kecuali silaturahmi
Bila saja kita masih mengelak dari ketentuan ini …
Sekali lagi hikmah ini adalah penjabaran dari Wal-Ashri …
Kalau benar kita paham, pastilah kita akan takut dengan keberadaan diri yang sering tertipu oleh perasaan dan pikiran yang ada ?