Bulan ramadhan dinamakan juga dengan syahrul qur’an (Bulan
Al-Qur’an), karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan itu dan setiap
malamnya Malaikat Jibril datang kepada Rasululllah SAW untuk mengajari
Al-Qur’an kepada beliau. Bulan ramadhan dengan segala keberkahannya
merupakan rahmat dari Allah. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu lebih baik
dan lebih berharga dari segala perhiasan dunia.
Al-Imam As-Sa’di rahimullah berkata dalam tafsirnya: “Bahwa Allah
memerintahkan untuk bergembira atas karunia Allah dan rahmat-Nya karean
itu akan melapangkan jiwa, menumbuhkan semangat, mewujudkan rasa syukur
kepada Allah, dan akan mengokohkan jiwa, serta menguatkan keinginan
dalam berilmu dan beriman, yang mendorong semakin bertambahnya karunia
dan rahmat (dari Allah). Ini adalah kegembiraan yang terpuji. Berbeda
hal nya dengan bergembira karena syahwat duniawi dan kelezatannya atau
kegembiraan diatas kebathilan, maka itu adalah kegembiraan yang tercela.
Sebagaimana Allah berfirman tentang Qarun: :”Janganlah kamu terlalu bangga, karena Allah tidak menyukai orang-orang yang membanggakan diri”. (Q.S. Al Qashas. 76)
Karunia Allah dan rahmat Allah berupa bulan ramadhan juga patut untuk
kita sampaikan dan kita sebarkan kepada saudara-saudara kita kaum
muslimin. Allah berfirman: “Dan terhadap nikmat dari Rabb-Mu hendaklah kamu menyebut-nyebutnya” . (QS Adh-dhuha 11)
Dengan menyebut-nyebut nikmat Allah akan mendorong untuk
mensyukurinya dan menumbuhkan kecintaan kepada Dzat yang melimpahkan
nikmat atasnya. Karena hati itu selalu condong untuk mencintai siapa
yang telah berbuat baik kepadanya.
Sudah sepantasnya seorang muslim benar-benar menyiapkan diri untuk
menyambut bulan yang penuh barakah itu, yaitu menyiapkan iman, niat
ikhlas dan hati yang bersih disamping persiapan fisik.
Ramadhan adalah bulan suci yang penuh rahmat dan berkah. Allah SWT
membuka pintu Al-jannah, menutup pintu neraka, dan membelenggu setan.
Allah melipatgandakan amal shalih yang tidak diketahui kecuali oleh dia
sendiri. Barang siapa yang menyambutnya dengan bersungguh-sungguh,
bershaum dengan penuh keimanan dan memperbanyak amal shalih, serta
menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang bisa merusak ibadah shaumnya,
niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan akan melipatgandakan
pahalanya. Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang bershaum dengan
penuh keimanan dan harapan (pahala dari Allah) niscaya Allah mengampuni
dosa-dosa yang telah lampau.” (Muttafaqun ‘alaih). Rasulullah juga bersabda: “setiap
amalan bani adam akan dilipat gandakan sepuluh kali lipat sampai tujuh
ratus kali lipat, Allah berfirman: “kecuali ibadah shaum, shaum itu
ibadah untuk-Ku dan Aku sendiri yang membalasnya.” (HR.Muslim)
Kita mesti mensyukuri atas limpahan karunia Allah dan rahmat-Nya.
Janganlah nikmat yang besar ini kita nodai dan kita kotori dengan
berbagai penyimpangan dan kemaksiatan. Nikmat itu akan semakin bertambah
bila kita pandai mensyukuri nya dan nikmat itu akan semakin berkurang
bahkan bisa sirna bila kita mengkufurinya.
Sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah, pada bulan yang penuh
barakah ini kita ciptakan suasana yang penuh kondusif, jangan kita nodai
dengan perpecahan. Kewajiban kita seorang muslim mengembalikan segala
urusan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kepada para ulama bukan
berdasarkan pendapat pribadinya atau golongan tapi berdasarkan Qur’an
dan sunnah.
Permasalahan yang sering kita hadapi adalah sering terjadi perbedaan
dalam menentukan awal masuknya bulan ramadhan, dan ingatlah sikap
seorang muslim adalah mengembalikan kepada kitabullah dan Assunah dengan
bimbingan para ulama yang terpercaya. Rasulullah bersabda: “Bershaumlah
kalian berdasarkan ru’yatul hilal dan ber idul fitri lah kalian
berdasarkan ru’yatul hilal. Apabila (hilal) terhalangi atas kalian, maka
sempurnakanlah sya’ban menjadi 30 hari.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim.
Semoga kita termasuk orang yang dapat keutamaan dan fadhilah dalam
bulan ramadhan. Semoga Allah menjadikan bulan ramadhan yang kita jalani
sebagai jembatan menuju keridhaan-Nya dan meraih ketaqwaan kepada-Nya.