Bismillahhirrahmanirrahim: بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم – Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ – ...

Sabtu, 16 Juli 2011

Sabar adalah Cahaya


Wajah kian pekat dalam guratan kelelahan, nyaris terkulai dalam rerantai ujian kasih sayang yang membelenggu jiwa, sabar mulai terbayang menjauh dari semayam sukma, perlahan nafas terasa berat terhela, lalu jika dirimu berhenti di jalan ini, apakabar CINTA yang menggantung asa? bukankah begitu indah kalam-Nya, yang meyakinkan tiap insan, bahwa Alloh, Dzat yang Maha Cinta,  mengujimu, untuk memuliakanmu? apakabar CINTA yang sudah engkau rintis dan bangun untuk-Nya?

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?  " (Q.S. Al Ankabut : 2)

Dan bukankah ujian dari-Nya adalah pembeda antara jiwa yang menetapi kebenaran dan kesabaran, jiwa jiwa pemenang, dengan jiwa jiwa yang berguguran di medan juang?

sungguh Alloh memberikan ujian sesuai kesanggupan hamba-Nya, sebagai ladang jihad baginya, sebagai ladang amal bagi investasi akhiratnya, sebagai penggugur dosanya, sebagai pengangkat derajat mulia disisi-Nya.......

Jangan Menyerah, jangan menyerah, teruslah bermujahadah, meski jiwa sudah sangat lelah, katakan aku akan terus berjuang untuk ALLAH, jangan menyerah meski sabar mulai enggan menetap jiwa, karena sabar adalah karunia dari-Nya, dan tugas kita sebagai seorang hamba,adalah,  untuk terus berupaya sabar, terus menyabarkan hati yang mulai tertatih dalam ujian, hingga Alloh tersenyum atas kita, dan mengalungkan sabar sebagai karunia indah, sebagai buah keyakinan bahwa Alloh adalah sebaik-baik penolong dan pelindung... Karena Sungguh Hanya DIA sandaran kita...

mari kita menjejak hati, mengintip derap perjuangan manusia-manusia terbaik di zamannya, kan tampak  Rasulullah di garda terdepan, tampil sebagai manusia paripurna dengan keteguhan iman yang mengakar jiwanya, kecintaan atas tuhan-Nya yang tak tergadai nilai dunia yang fana, beliau tidak lagi sekedar berjuang untuk dirinya, beliau tidak lagi memperhatikan kesejahteraan dirinya, beliau tidak lagi memikirkan dirinya, waktunya terhabiskan untuk memperjuangkan kita, umatnya yang dicintainya, memperjuangkan Dinullah, Agama nan mulia sempurna......

"Demi Allah, Andai mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan urusan (da'wah) ini, maka aku tidak akan meninggalkannya, sehingga Allah memenangkannya atau aku binasa karena (membela)nya." **Muhammad Sholallahu 'alaihi wassallaam**

lalu bagaimana dengan  kita? yang kini masih banyak  bergulat dengan masalah-masalah yang belum menyentuh ummat? yang masih banyak berjuang sabar untuk nilai kehidupan pribadi? yang terkadang tersibukan "menyelamatkan" kehidupan diri dan jauh dari terlatih menyelamatkan agamanya? Allahu Robbi,  jadikan jiwa ini jiwa yang bermanfaat, jiwa yang dapat menebar berjuta kebajikan di atas catatan kehidupan, jiwa yang berjuang bukan hanya untuk dirinya, namun untuk keluarga, ummat, agama,dan untuk Rabb-nya.....

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar."
(QS. Ali Imran: 142)
jika kita teringat bahwa dunia hanyalah persinggahan sementara kita, yang kelak kita kan beralih ke satu alam yang gelap gulita di dalam kubur, yang setelahnya dibangkitkan di alam penuh tuntutan pertanggungjawaban,di yaumul Akhirat, akankah kita siakan kesempatan saat ini untuk berjuang, dan melanjutkan perjuangan untuk bekal terindah menjumpa-Nya?

semoga Alloh memberikan kesempatan kepada kita untuk singgah di syurga dunia nya nan indah, terlebih dalam kemuliaan tertinggi, tempat tinggal terindah, yakni syurga akhirat-Nya...

"Siapa yg tidak menemukan syurga dunia, sulit baginya untuk memperoleh syurga akhirat. Syurga dunia adalah syurga manusia ketika bermunajat kepada Alloh& menikmati ketaatan kepadaNYA. Kesuksesan pada masalah-masalah duniawi hanyalah kenikmatan yang berakhir bersamaan dgn berakhirnya kehidupan" (Imam Ibnu Taimiyah)

Dunia, kehidupan yang akan berakhir, yang dalam damba jiwa, berakhir dalam husnul khotimah, dalam kemuliaan disisi-Nya....

yang dalam perjalanan kehidupan nya, sennatiasa bergiat berjuang untuk Alloh, untuk menjadi hamba yang dicinta-Nya, hamba yang bercahaya, dalam cahaya kesabaran yang tak pernah padam........

Karena,

"Sabar itu adalah cahaya" (H.R. Muslim)