Dalam Konsepnya Di ramadhan begitu banyak hikmah yang terkandung didalamnya, membentuk jiwa kembali suci, dimalam malamnya ramadhan membukakan rahmatnya melapangkan pintu-pintu langitnya untuk mahluk dimuka bumi mensucikan diri (asik juga yah…ndak perlu laporan ke paspawpres masuk ke istana.. dapat THR dari NYA), di harinya ramadhan memberikan penghidupan dalam melatih diri dan jiwa yang ridho akan zatnya. di bulannya begitu banyak aspek yang diajarkan dalam berkehidupan, dan selayaknyalah manusia mengejawantahkan di kehidupan 11 bulan selanjutnya dalam mengarungi hidup dan akan kembali menjalani training setahun berikutnya , mengintrospeksi perjalanan kehidupannya (kalo masih diberi kesempatan ..) dibawah bimbingan Trainer Agung , mencurahkan kasih sayangnNYA direlung kalbu terdalam , mengisi hati-hati umatnya di naungan CintaNYA.
Ketika tingkatan diri menjalani akhir kesempunaan selayaknya menjadi tujuan, Keikhlasan hamba terhadap penciptanya berbanding lurus terhadap kecintaan terhadap sesama (habb lulminALLAH wa habb lulminANNAS) melapangkan jalannya berbagi merendahkan diri meringankan beban kaum dhuafa,fakir miskin anak yatim piatu. ketinggian langit tak teruji tanpa kerendahan bumi meraih luasnya..melapangkan jalan dalam ZAKAT bentuk pengikhlasan diri menuju kesempurnaan hamba dan tuhanNYA. Manifestasi kecintaan terhadap TUHANNYA di jawantahkan dalam mencintai Mahluk mahluknya dan alam sekitar CiptaanNYA (naif ketika manusia mengatasnamakan KEAGUNGANNYA meletakkan makna yang sempit dalam beragama menzalimi sesama) Dimanakah cinta ALLAH berada…sejatinya….
Semoga BAITULLAH memanggil jiwa kita Menyempurkankan Rukunnya Yang Lima dalam panggilan diri dan Menggenggamnya di jemari meraih ukuwah membentangkan silaturahmi dalam kesatuan ummat dalam kasih sayangnya.