Bismillahhirrahmanirrahim: بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم – Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ – ...

Selasa, 16 Agustus 2011

Ramadhan di Yang Lima


Tidak terasa dipenghujung hari,bulan suci bulan penuh rahmat khan hadir diantara kita setelah lelah menjalani kehidupan dunia, jiwa kembali mengalami penyucian dibulan ramadhan yang membawa rahmat ke semua mahluk semestanya. Semarak ramadhan menjadi sebuah titik tolak berkehidupan seluruh umat manusia memaknai kehidupan,melatih diri dari hawa nafsu, hikmah dibalik Ramadhan memberi makna yang teramat dalam bagi sesama mahluk, pembelajaran diri,mengasah nilai-nilai kemanusiaan untuk berbagi dengan sesama. Dalam Konsep Ke islaman Ketika ajaran pertamaNYA adalah TAUHID Menggemakan sebuah Ikrar diri (SYAHADAT) Memaknai ketuhanan (ALLAH) dan Kekasih pilihan diantara umatnya (MUHAMMAD RASULULLAH) yang membentangkan jalan kehidupan di muka bumi sebagai pengemban ajaranNYA. syahadatnya dirangkum dalam waktu perputaran bumi mengitari tata suryanya menjadi pembagi arah waktu,di lima masa dalam harinya ,di takbirkan dalam makna SHALAT makna Penyerahan diri yang dijawantahkan dalam kesatuan yang kukuh dalam kebersamaan dipanji panjinya. Melengkapi makna kebersamaan diperlukan pelatihan diri (bahasa kerennya Training kali yee..) dilingkup diantara hari di kitaran tahunnya sebuah bulan yang memiliki keistimewaan diantara bulan lainnya di namakan RAMADHAN bulan seribu BUlan, Bulan pengampunan , wadah pelatihan diri (wah ternyata manusia perlu ditraining ulang untuk menjadi manusia setiap tahunnya….) Jadi seperti sebuah kehidupan layaknya manusia di Recharge kembali dalam setahunnnya di lembaga RAMADHAN EDUCATION CENTRE, sebuah lembaga non Profit yang melatih diri dalam berkehidupan sosial,mengasah keimanan ke penciptanya, menjalin kebersamaan (tentunya kalo bukan di ramadhan ndak bakalan anak,istri,suami bisa duduk bersama , boror-boro deh,,)
Dalam Konsepnya Di ramadhan begitu banyak hikmah yang terkandung didalamnya, membentuk jiwa kembali suci, dimalam malamnya ramadhan membukakan rahmatnya melapangkan pintu-pintu langitnya untuk mahluk dimuka bumi mensucikan diri (asik juga yah…ndak perlu laporan ke paspawpres masuk ke istana.. dapat THR dari NYA), di harinya ramadhan memberikan penghidupan dalam melatih diri dan jiwa yang ridho akan zatnya. di bulannya begitu banyak aspek yang diajarkan dalam berkehidupan, dan selayaknyalah manusia mengejawantahkan di kehidupan 11 bulan selanjutnya dalam mengarungi hidup dan akan kembali menjalani training setahun berikutnya , mengintrospeksi perjalanan kehidupannya (kalo masih diberi kesempatan ..) dibawah bimbingan Trainer Agung , mencurahkan kasih sayangnNYA direlung kalbu terdalam , mengisi hati-hati umatnya di naungan CintaNYA.
Ketika tingkatan diri menjalani akhir kesempunaan selayaknya menjadi tujuan, Keikhlasan hamba terhadap penciptanya berbanding lurus terhadap kecintaan terhadap sesama (habb lulminALLAH wa habb lulminANNAS) melapangkan jalannya berbagi merendahkan diri meringankan beban kaum dhuafa,fakir miskin anak yatim piatu. ketinggian langit tak teruji tanpa kerendahan bumi meraih luasnya..melapangkan jalan dalam ZAKAT bentuk pengikhlasan diri menuju kesempurnaan hamba dan tuhanNYA. Manifestasi kecintaan terhadap TUHANNYA di jawantahkan dalam mencintai Mahluk mahluknya dan alam sekitar CiptaanNYA (naif ketika manusia mengatasnamakan KEAGUNGANNYA meletakkan makna yang sempit dalam beragama menzalimi sesama) Dimanakah cinta ALLAH berada…sejatinya….
Semoga BAITULLAH memanggil jiwa kita Menyempurkankan Rukunnya Yang Lima dalam panggilan diri dan Menggenggamnya di jemari meraih ukuwah membentangkan silaturahmi dalam kesatuan ummat dalam kasih sayangnya.