Bismillahhirrahmanirrahim: بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم – Assalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ – ...

Senin, 09 Juli 2012

5 Karakter Muslimah Sejati

5 Karakter Muslimah Sejati
Sebagai orang yang mengaku beragama Islam, mengaku muslimah, tentu kita wajib mengukur diri. Mengukur diri, layakkah kita menyandang status sebagai muslimah? Bisakah kita disebut seorang muslimah sejati? Bagi seorang muslimah yang mau berpikir, tentu pertanyaan-pertanyaan semacam ini perlu dijawab.
Apa standar seseorang disebut sebagai muslimah sejati? Standarnya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Mengapa al-Qur’an dan as-Sunnah? Karena muslimah, dan pedoman hidup seorang muslimah adalah al-Qur’an dan as-Sunnah. Silakan pikirkan, jika standar beragama bisa kita buat sendiri, artinya kita telah membuat agama sendiri untuk kita. Wajar jika orang yang berprinsip seperti ini dikatakan menyimpang. Mengapa menyimpang? Karena dia mengaku beragama Islam, namun dia tak mau mengikuti standar yang telah ditetapkan oleh Islam sendiri. Logis kan?
Pada tulisan kali ini, saya akan menyampaikan karakter pertama dari 5 karakter muslimah sejati berdasarkan al-Qur’an dan as-Sunnah. Silakan disimak.

1. Selalu tunduk patuh pada perintah Allah dan Rasul-Nya
Seorang muslimah sejati adalah seseorang yang selalu berusaha menyelaraskan sikap, perilaku dan pola pikirnya dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): ‘Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya’, dan mereka mengatakan: ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdoa): ‘Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.’” (QS. Al-Baqarah [2]: 285)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah di kitab tafsir beliau menjelaskan bahwa makna sami’naa wa atha’naa (kami dengar dan kami taat) adalah ‘kami mendengar firman-Mu wahai Tuhan kami, kami memahaminya, mendirikannya dan menyesuaikan perbuatan kami dengan ketetapan firman-Mu tersebut’.
Tunduk patuh atau taat pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah bagian dari taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
Artinya: “Dan barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya dia telah mentaati Allah.” (QS. An-Nisaa’ [4]: 80)
Artinya: “Apa yang diberikan Rasul kepada kalian, maka ambillah. Dan apa yang dilarangnya, maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr [59]: 7)
Artinya: “Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 132)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Artinya: “Siapa yang mentaatiku, berarti ia mentaati Allah. Dan siapa yang membangkangku, berarti ia membangkang Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)
Akhirnya, semoga kita bersedia tunduk dan patuh kepada Allah ta’ala sepenuhnya. Wallahul muwaffiq ilaa aqwaamith thaariq.