Dunia
Adalah Tempat Ujian
Disusun
oleh Tedi Aryadi Di Darusalam Bandung
pada Tgl 26/9/2012
Mukodimah.
(Qs:
Ta-Ha ayat 131. Artinya: Janganlah engkau tergiur
pandang oleh kesenangan yang Kami berikan kepada beberapa keluarga di antara
mereka, sebagai bunga kehidupan duniawi. Kami hendak menguji mereka dengan
kesenangan itu. Namun karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal dari itu.)
(Qs At-Taubah ayat 55 Artinya : Janganlah
kamu terpesona oleh harta benda dan anak-pinak mereka, karena dengan itu semua
Allah hendak menyiksa mereka dalam kehidupan dunia ini, dan kelak akan melayang
nyawa mereka dalam keadaan kafir )
( Qs : Al 'Ankabuut ayat 2 Artinya : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan
(saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji
lagi )
Pembahasan
Allah
Swt, menciptakan dua kehidupan, yaitu kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Di
akhirat,
Allah
Swt. Menyiapkan dua tempat Dunia &
Akhirat.Dan di dunia ini Allah SWT. Hanya menjadikan dua jalan,yaitu jalan
menuju jannah dan jalan menuju neraka. ( Qs
al-balad ayat 10 )
Adapun
kehadiran manusia di dunia ini bukanlah kehendak manusia itu sendiri, tetapi
kehendak Allah Swt ..Sebagai mana Allah swt Berfirmana didalam : ( Qs : 51
ayat 56 ) & ( Qs : 2 ayat 30 )
Bumi
ini di ciptakan untuk manusia sebagai tempat untuk mendapatkan keperluan, dan
Allah Swt. Menciptakan akhirat sebagai tempat tujuan hidup manusia.
Kehidupan
di dunia hanya sementara,kalau pun penderitaan yang dialami di dunia betapapun
beratnya hanyalah sementara, begitupun kebahagiaan yang dirasakan bagaimanapun
mewahnya hanyalah sementara.
Kehidupan
di dunia walau milyaran tahun lamanya, suatu saat akan pasti berakhir, karna
Allah Swt. Setiap Menciptakan makhluk –Nya pasti akan menemui yang bernama
‘kematian’. ( Qs : Al
Anbiya ayat 35 )
Saudara
ku Yang Sama-sama Mengharapkan Keridhoan Allah Swt.
Kehidupan
di dunia walaupun sementara, tetapi sangat menentukan kehidupan selanjutnya,
karena Dunia di ciptakan untuk persiapan akhirat. Dan kematian adalah awal
kehidupan selama-lamanya.
Dunia
adalah tempat beramal dan akhira adalah darul jasa. Apa yang di tanam di dunia
akan di peroleh kelak di akhirat.
Nabi
Saw. Bersabda, “dunia adalah ladang akhirat, barang siapa yang menanam kebaikan
akan mendapat apa yang ia inginkan. Dan barangsiapa yang menanam keburukan akan
mendapatkan penyesalan”
Saudaraku
Yang sama-sama Menharapkan Keridhoan AllahSwt.
Orang-orang
beriman akan memahami bahwa dunia bukanlah tempat bersenang-senang, sebab hanya
jannahlah tempat besenang-senang dan dunia juga bukan tempat untuk
beristirahat, sebab jika ingin beristirahat tempatnya nanti di alam kubur.
Allah
Swt. Berkehendak dan manusia juga punya keinginan, hidup dan mati adalah
kehendak Allah. Allah Swt.
Berkeinginan
agar diantara kehidupan dan kematian itu manusia berjalan diatas perintah Allah. Apabila manusia menyandarkan segala
keinginannya kepada keinginan (perinta-perinta) Allah Swt,maka Allah Swt akan
memenuhi segala keinginannya.
Namun
jika manusia mengikuti keinginannya sendiri (tidak mau di atur dengan
hukum-hukum Allah), maka Allah Swt. Akan membuatnya sibuk dengan keinginannya
tampa ada rasa puas sedikit pun serta akan menanamkan rasa kefaqiran dalam
kehidupannya.
Saudaraku
Yang sama-sama Mengharapkan Keridhoan Allah swt.
Dunia
ini ibarat penjara bagi orang-orang beriman, karna itu ia tidak akan merasa betah
hidup di dunia ini juga tida akan merasa bebas melampiaskan keinginan hawa
nafsunya, Karena harus taat pada peraturan yang telah ditetapkan Allah Swt
.
Banyak
orang mengira Bahwa orang yang pandai adalah orang yang mengumpulkan harta
sebanyak-banyaknya,
Rasulullah
Saw. Bersabda “orang-orang cerdik adalah orang yang sibuk mengumpulkan amal
amal shalih untuk menyiapkan kehidupan akhiratnya”
Karena
negeri akhirat hanya untuk orang yang membawa imam dan amal shalih
Dunia
ini tidak ada nilainya dihadapan Allah Swt. Karna tidak lebih berat dari
sebelah sayap nyamuk.
Rasulullah
Saw bersabda “seandainya dunia ini berharga disisi Allah daripada sebelah sayab
nyamuk, niscaya ia tidak akan memberi minum darinya setetes air pun kepada
orang orang kafir.
Dunia
ibarat tempat sampah, seluruh lubang dan pori-pori di tubuh manusia
mengeluarkan kotoran. Memang setiap saat perlu ke WC, tetapi bukan berarti
harus duduk selama 24 jam di dalam WC.
Bila
24 jam berada di WC, maka tak lama lagi ia akan dibawa ke rumah sakit jiwa.
Betapa
banyak orang-orang terdahulu yang tertipu dengan dunia. Sekarang gilirang kita,
apakah akan mengikuti orang yang tertipu atau orang-orang yang sukses, yaitu
para sahabat r.a.?
Rasulullah
Saw. Berwasiat, “aku tidak takut ummatku nanti akan kelaparan atau kembali
menyembah berhala (musyrik), tapi yang aku takutkan adalah ummatku akan jatuh
cinta pada dunia.”
Rasulullah
Saw. Bersabda, “cinta dunia adalah sumber dari segala kesalahan.” (Hr. baihaqi)
Apabila manusia cinta pada pangkat dan jabatan, masihkah dia cinta jika sudah
pension atau dipensiunkan?
Pangkat
yang tertinggi adalah ‘almarhum’, apakah masih mencintai dunia ini dengan
segala isinya?
Manusia
mengandalkan kegagahan dan kekuatan fisik, masihkah membanggakangnya jika sudah
tua renta?
Rasulullah
Saw. Bersabda, “ bahwa siapa yang mencintai dunia, maka ia akan merugikan
akhiratnya. Siapa yang mencintai akhirat, maka ia akan merugikan dunianya.
Karena itu, utamakanlah yang kekal (akhirat) di atas yang tidak kekal (dunia).
Abdullah
bin Abbas r.a. berkata, Sesungguhnya Allah Swt. Menjadikan dunia terdiri dari
atas tiga bagian; sebagian bagi orang yang beriman, sebagian bagi orang
munafik, dan sebagian bagi orang kafir.
Orang
mukmin menjadikan dunia sebagai tempat menyiapkan perbekalan, orang munafik
menjadikannya sebagai perhiasan, dan orang kafir menjadikannya sebagai tempat
untuk bersenang-senang. Allah hu’akbar
Wasalam