Di kalangan umat Islam, filsafat baru dikenal sesudah era penterjemahan buku-buku ilmu pengetahuan
dan filsafat dari Yunani. Usaha penterjemahan ini dilakukan pada masa
pemerintahan harun Ar Rasyid dari Bani Abbasiyah. Ia mengirim beberapa
ilmuwan ke kerajaan Romawi untuk membeli beberapa manuskrip tentang ilmu pengetahuan dan filsafat.
Manuskrip itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Siriac, baru
kemudian dialihbahasakan ke dalam bahasa Arab. Dari kegiatan
penterjemahan ini banyak buku-buku karya para filosof Yunani dapat
dibaca dan dipelajari oleh para ulama Islam.
Tidak lama kemudian timbullah di kalangan umat Islam para filosof dan ahli-ahli
ilmu pengetahuan. Sebagai muslim para filosof tetap berkeyakinan bahwa
Al Quran adalah sumber hukum dari seluruh prilaku manusia. Karena itu
sumbangan para pemikir muslim yang orisinil adalah menempatkan filsafat
dan agama pada satu perbatasan dan filsafat dengan ilmu pengetahuan
pada perbatasan yang lain. Di antara para pemikir Islam ada yang
membahas masalah filsafat secara umum dan tidak terbatas pada
masalah-masalah agama. Mereka dinamakan falasifah (para ahli filsafat) atau hukama’. Di samping itu ada yang membahas masalah filsafat terbatas dalam ruang lingkup agama. Mereka disebut Mutakallimin atau Ahlu Al kalam (ahli ilmu kalam). Di antara para filosof Islam yang terkenal ialah:
1. Al Kindi (806 - 873 M)
Nama
lengkapnya Abu Yusuf Ishaq Al Kindi, kemudian lebih dikenal dengan nama
Al Kindi. Lahir di Kota Kufah, Irak pada 185 H / 806 M. Ayahnya bernama
Al Sabbah, bangsawan yang sangat berpengaruh dan pernah menjabat
gubernur di Basrah. Al Kindi menganut aliran Mu’tazilah dan tekun
mempelajari filsafat. Buku karangannya sangat banyak yang menurut
keterangan Ibnal Nadhim jumlahnya 241 buah dalam bidang filsafat, logika, ilmu hitung, astronomi, kedokteran, ilmu jiwa, politik, optika, musik, matematika dan lain-lain. Dalam The Legacy of Islam dikatakan bahwa buku karya Al Kindi tentang optika diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan banyak mempengaruhi Roger Bacon.
2. Al Farabi (870 - 950 M)
Abu
Nasr Muhammad Al Farabi lahir di Wasij, suatu desa di Farab
(Transoxania) pada 870 M. Ia berasal dari Turki dan orang tuanya seorang
jenderal. Ia sendiri pernah menjadi hakim. Dari Farab ia pindah ke
Baghdad dan belajar pada Abu Bisr Matta Ibn Yusuf. Setelah 20 tahun
tinggal di Baghdad, ia pindah ke Aleppo dan tinggal di Istana Saif Al
Daulah memusatkan perhatian pada ilmu pengetahuan dan falsafat sampai
meninggal dunia pada 950 M. Di antara buku karangan Al Farabi yang
terkenal adalah “Ara’ Ahl Al Madinatul Al Fadilah”.
3. Ibnu Sina (980 - 1037 M).
Nama
lengkapnya, Abu Ali Husein Ibn Abdullah Ibnu Sina. Lahir di Afsyana,
suatu tempat yang terletak di dekat Bukhara di tahun 980 M. Sejak kecil
Ibnu Sina telah banyak mempelajari ilmu-ilmu pengetahuan, seperti fisika, matematika, kedokteran,
hukum dan lain-lain. Pada usia 17 tahun ia telah dikenal sebagai dokter
dan atas panggilan istana. Setelah orang tuanya meninggal dunia ia
pindah ke Kota Jurjan, dan menyusun ensiklopedinya tentang ilmu kedokteran yang kemudian terkenal dengan judul “Al Qanun fi Al Tibb”. Ia juga menulis buku berjudul As Syifa yang menjadikannya memperoleh gelar “pangeran filsafat”.
Kemudian ia pindah ke Ray, sebuah kota di sebelah selatan Teheran, dan
bekerja untuk ratu Sayyedah dan anaknya Majd Al Dawlah. Pada masa Sultan
Syams Al Dawlah yang berkuasa di Hamdan (dekat Iran), ia diangkat
sebagai menteri. Akhirnya ia pindah ke Isfahan dan meninggal dunia pada
tahun 1037 M.
4. Ibnu Bajjah (1095 - 1137 M)
Nama lengkapnya, Abu Bakar Muhammad bin Yahya Al Saibh. Dalam literatur Barat, namanya ditulis Avenpace,
Ibnu Bajjah lahir di Kota Saragosa (Spanyol) pada tahun 1095 M dan
meninggal dunia pada 1137 M. Ia termasuk filosof masyhur pada masa kejayaan Islam di Andalusia (sekarang = Spanyol). Di antara karyanya yang paling terkenal berjudul “Risalatul Wada’ dan Tadbirul Mutawahhid”.
5. Ibnu Thufail (1110 - 1185 M)
Nama lengkapnya, Abu Bakar Muhammad bin Abdul Malik bin Thufail. Dalam literatur Barat namanya ditulis dengan “Abubacer”.
Lahir di Kota Wadi Ash, dekat Granada pada 1110 M dan meninggal dunia
di Marraqes pada 1185 M. Buku-buku hasil karyanya banyak berhubungan
dengan masalah fisika, metafisika dan psikologi. Di antara bukunya yang terkenal berjudul “Hayy bin Yaqdan” yang kemudian lebih dikenal dengan “Asrarul Falsafah Al Masyriqiyah”. Hampir semua pokok pikirannya termuat dalam buku ini.
6. Ibnu Rusyd (1126 - 1198 M)
Nama lengkapnya, Abu Al Walid Muhammad bin Muhammad bin Rusyd. Dalam literatur Barat namanya ditulis dengan “Averoes”.
Lahir di Kota Cordova pada 1126 M dan meninggal dunia di Kota Marokko
pada 1198 M. Sebagai seorang filosof terkenal ia lebih banyak
dipengaruhi pikiran-pikiran filsafat dari Aristoteles. Karena itu ia
dijuluki “Komentator filsafat Aristoteles”. Di antara bukunya yang terkenal adalah “Bidayatul Mujtahid” tentang fiqih dan “Tahafut At Tahafut” tentang pembelaannya terhadap kritik Al Ghazali kepada para filosof muslim yang ditulis dalam buku “Tahafut Al Falasifah”.